Selayang Pandang Peristiwa Isra' Miraj

Source: Google Image
Bulan Muharram mengingatkan kita akan peristiwa Hijrah, bulan Ramadhan mengingatkan kita akan peristiwa Nuzulul Qur'an, bulan Dzulhijjah mengingatkan kita akan peristiwa Qurban, bulan Syawal mengingatkan kita akan Idul Fithri, bulan Rabi'ul Awwal mengingatkan kita akan Maulid Nabi, dan bulan Rajab mengingatkan kita pada peristiwa yang hari ini kita peringati, yakni Isra' Mi'raj.

Isra' Mi'raj merupakan perjalanan terhebat yang pernah terjadi sepanjang sejarah peradaban manusia. Menurut Quraish Shihab, kata Isra' berarti "perjalanan malam", sedangkan Mi'raj adalah "alat untuk naik".

Isra' Mi'raj atau perjalanan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dari Masjidil Haram (Makkah) menuju Masjidil Aqsha (Palestina), kemudian naik ke Sidratul Muntaha di langit ke tujuh, lalu kembali ke Makkah hanya dalam waktu semalam dipahami sebagai peristiwa suprarasional, tidak dapat dihayati, kecuali melalui pendekatan imani. Sangat menakjubkan.

Di dalam al-Qur'an, Allah mengawali cerita Isra' Mi'raj dengan menggunakan kalimat tasbih, namun tidak demikian ketika Allah menceritakan tentang penciptaan Nabi Adam, tenggelamnya Fir'aun dan bala tentaranya di laut merah, kaum Tsamud yang ditelan bumi, dan umat Nabi Hud yang ditiup angin topan. Ini menandakan betapa hebatnya peristiwa Isra' Mi'raj itu.


Quraish Shihab, Lentera Al-Qur'an
Ceramah KH Zainuddin MZ, Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW

Malaikat di Pintu Masjid

Source: Google Image
Senang. Itulah yang seyogianya kita rasakan ketika berada di hari Jum'at. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sebaik-baiknya hari dalam peredaran matahari adalah yaumul Jumu'ah (hari Jum'at)." HR Muslim  

Hari Jum'at adalah harinya umat Muslim, penuh berkah dan ampunan, juga merupakan hari di mana Nabi Adam diciptakan dan dimasukkan ke dalam Surga. Namun, tahukah Anda, terdapat malaikat di setiap pintu masjid pada hari tersebut.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Apabila hari Jum'at tiba, di setiap pintu masjid terdapat malaikat yang mencatat orang-orang yang paling awal datang maupun setelahnya. Ketika imam duduk di mimbar, malaikat itu melipat lembaran mereka dan mendengarkan khutbah."

Sikap malaikat, sebagaimana yang tersurat dalam hadits tersebut, patutlah menjadi teladan bagi orang-orang yang tak ingin Jum'atnya sia-sia dikarenakan bersikap acuh tak acuh terhadap imam yang tengah khutbah.

Syahdan, "...Orang-orang yang bergegas pergi untuk melakukan shalat Jum'at pada awal waktu sama halnya dengan orang yang berkurban Unta, sedangkan yang berikutnya seperti berkurban Sapi, selanjutnya seperti berkurban Kambing, dan yang terakhir seperti berkurban telur." HR Muslim

Referensi:
Zaki Al-din 'abd Al-azhim Al-mundziri, Ringkasan Shahih Muslim.

Beginilah Senda Gurau Ala Islam

Sumber: Selancar-dot-com.blogspot.com
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan senda gurau, kita pun demikian, dan begitu pula para sahabat.

Namun, perlu dicatat bahwa meskipun bercanda, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tetap menggunakan perkataan yang benar adanya.

"Celakah orang yang berbohong untuk membuat orang lain tertawaCelakalah diacelakalah dia."
HR Abu Dawud, Tirmidzi, Ahmad, Darimi

Kepada wanita Anshar, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah berkata, "Lekas jumpai suamimu. Di matanya terdapat putih-putihnya." Mendengar hal itu, sontak si wanita bergegas menemui suaminya.

"Apa yang terjadi denganmu?," tanya sang suami. "Rasulullah berkata bahwa di matamu ada putih-putihnya," ujar si wanita. Kemudian, sang suami tertawa seraya berkata, "Kau ini bagaimana istriku, setiap orang normal memiliki putih di samping bagian hitam matanya."

Menyadari peristiwa tersebut, wanita itu merasa ngeh bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sedang bergurau agar dirinya cepat pulang ke rumah. Allah SWT berfirman, "...Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu...." (QS Al-Ahzab: 21)


Referensi: 
Great Kids, Raja Dalam Gentong 
A. Mustofa Bisri, Canda Nabi dan Tawa Sufi
Aadil Bin Muh. Al-Abdul Al-Aali, Pemuda dan Canda